Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Senin, 05 Desember 2011

Manusia dan Penderitaan

Nama : Eva Aryanti Beauty S
Kelas : 1EAO9
NPM : 12211514
Pengertian Penderitaan
Pengertian penderitaan :
   Penderitaan berasal dari kata derita. Kaa derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Contoh tentang penderitaan :
    Penderitaan secara fisik yaitu terkena bencana tsunami, kehilangan anggota tubuh,dll.Penderitaan yang bersifat lama atau tidaknya tergantung oleh penyebab penderitaan tersebut, misal Kehilangan orang yang penting di dalam kehidupan seseorang, dan penderitaan yang bersifat sementara adalah di kecewakanya oleh seseorang.
Siksaan
Pengertian siksaan :
    Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. akibat siksaan yang dialami seseorang, timbulah penderitaan. Manusia akan mengalami siksaan di akhirat nanti, yaitu siksaan bbagi orang-orang musryik, syirik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dll. 
Phobia :
Ketakutan yang menyebabkan seseorang mengalami siksaan bati, dan bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya. Pada umumya orang memiliki sau atau lebih phobia ringan seperti takut pada tiikus, ular, serangga, dll. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu.
Tiga siksaan yang sifatnya psikis :
Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya;
1. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah kawannya yang akan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi.
2. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai, kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dialami seseorang.
3. Ketakutan, sama sama halnya dengan phobia yang dijelaskan diatas tadi. namun tidak terlalu dibesar-besarkan.
Penyebab seseorang merasa ketakutan :
a) Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobiaadalah rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b) Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus melewati jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau seseoprang takut meniti dinding tembok dibawahnya.
c) Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempatyang gelap. Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang terang .
d) Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya, hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan.
e) Kegagalan merupakan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.
Kekalutan Mental
Pengertian kekalutan mental :
     Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala seseorang mengalami kekalutan mental :
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan :
1. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usahan mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah. Pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan masalahnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, melainkan memecahkan persoalannya.
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna dan sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai overcompensatie.
Proses-proses kekalutan mental :
1. Positif : Trauma yang dialami secara baik sebagai usaha agar tetap suvive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
2. Negatif : Trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak ttercapainya apa yang diinginkan.
Penderitaan Dan Sebab - Sebabnya
Sebab-sebab timbulnya penderitaan :
a) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
     Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut basib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
 
b)
 Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat berupa usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
(Sumber :Buku MKDU Ilmu Budaya Dasar Oleh : Widyo Nugroho, Achmad Muchji Penerbit Gunadarma)

Kamis, 24 November 2011

TUGAS IBD

Nama   : Eva Aryanti B S
Kelas    : 1EA09
NPM : 12211514
 Manusia dan Keindahan
 Pengertian Keindahan
Kebanyakan dari kalangan kita sangat sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu bias kita jelaskan jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat bericomunikasi. Jadi, sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan dan pemandangan alam.
 Pengaruh dari keindahan dalam arti estetis mumi menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan campuran warna warni.

Banyak yang menyatakan temyata untuk menjawab apakah keindahan itu, banyak sekali jawabannya. Karena itu dalam estetika modem orang lebih suka berbicara tentang seni dan dan pengalaman estetik, karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkret yang dapat ditelaah dengan pengamatan secara empirik dan penguraian yang

sistematik.
sumber : http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2158530-pengertian-keindahan/#ixzz1eRDhOY21

Nilai estetik.
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapa pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik  dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri. Sebagai contoh :


Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

 Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya :P uisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik
Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik.
Pengertian renungan
Merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings) yang sungguh berbeda dengan termenung
Merenung adalah secara diam-diam memikirkan sesuatu hal kejadian yang mendalam

Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang out of control.
Termenung bias dikatakan meratapi hidup, orang termenung pasti melakukan dialog dengan diri sendiri. Berarti hal ini banyak menguraikan masalah dari termenung, orang berbicara dengan nurani dan akalnya menyamakan persepsi antara hati dan otak.
Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi
Renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal
Sumber:
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/2144446-pengertian-renungan-merenung-dan-termenung/#ixzz1eRIM8OCs







Teori Renungan



Adapun macam-macam Teori renungan, antara lain :
  1. Teori Pengungkapan  :  Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (Seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris;
  2. Teori Metafisik   :   Merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya dan sampai pada makna yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya;
  3. Teori Psikologis   :    Salah satunya ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Seni merupakan semacam permainan y menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan.

    Pengertian Keserasian
    Apa itu keserasian? Keserasian adalah perbandingan antar kedua belah sesuatu menjadi sesuatu yang cocok. Anda menaruh vas bunga di atas meja ruang tamu, maka kedua hal tersebut adalah cocok. Anda menaruh palu dan dan kunci di tempat kotak peralatan, menaruh keyboard di depan monitor komputer, meletakkan selimut di atas kasur, itu merupakan bagian dari ke serasian, karena menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Lain halnya jika anda mencoba untuk menaruh palu di depan komputer, meletakkan vas di atas selimut, dan meletakkan selimut di dalam kotak peralatan. Itu merupakan hal yang tidak serasi. Serasi itu bisa dikatakan bukan hanya sesuatu yang cocok dan wajar, namun sesuatu yang memiliki nilai lebih dari wajar

    Teori-teori keserasian :

    Teori Objectif dan Teori Subjectif  :  Teori Objectif menyatakan bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan.Pendukung teori objectif salah satunya adalah Plato, Hegel. Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry;

Selasa, 25 Oktober 2011

MANUSIA DAN BUDAYA

Nama : Eva Aryanti Beuty S



Kelas  : 1EA09
NPM  : 12211514

MANUSIA DAN BUDAYA

MANUSIA DAN KASIH SAYANG



Pengertian manusia







Manusia
Sudah semenjak lama, manusia mencari definisi dirinya(manusia), dan juga keberadaannya di dunia ini. Demikian juga sudah banyak defenisi yang telah dihasilkan guna menjawabi pertanyaan ini. Namun, pertanyaan ini belum juga berahasil dijawab oleh manusia. Manusia mempertanyakan dirinya karena manusia merasa bahwa keberadaan dirinya tentu mempunyai maksud. Dan, maksud itu tentulah mempunyai arti. Nah, arti inilah yang membuat manusia itu sebagai manusia sekarang ada di dunia ini. Kedua hal – defenisi manusia dan eksistensi manusia – tidak dapat dipisahkan. Apabila menjawab satu pertanyaan yang ada, maka pertanyaan yang lain pun akan terjawab pula.
Terlepas dari segala polemik dalam upaya mencari arti manusia itu, kita harus mengakui bahwa sampai dengan saat ini pertanyaan apa itu manusia belum juga benar-benar memuaskan manusia sebagai keseluruhan dirinya. Sullitnya mencari defenisi manusia hal ini dikarenakan manusia itu mahluk yang kompleks. Semakin komplek sesuatu, semakin sulit pula menemukan saripati dari sesuatu yang hendak diambil. Walaupun sudah sekian banyak telaah yang dilakukan guna mendefenisikan manusia. Dan sudah banyak sudut pandang serta ahli yang berkutat dalam hal ini, mereka selalu berada di jalan yang buntu. Walaupun demikian, kita harus memiliki suatu defenisi yang harus dipegang, agar tidak mengalami kegoyahan.
Defenisi yang sering digunakan terhadap manusia adalah manusia itu mahluk rasional. Defenisi ini hendak menunjukkan kepada kita bahwa manusia itu berbeda dari binatang dan ciptaan lain karena memiliki rasio. Defenisi ini jelas memiliki kelemahan. Kelemahan defenisi ini ialah mengabaikan aspek rohani dan aspek lainnya. Walaupun demikian, defenisi ini cukup membantu kita memahami posisi manusia nantinya dalam memahami kaitannya dengan budaya.





Pengertian manusia budaya







Manusia dan Budaya

Mengamati hidup dan kenyataan yang melingkupi dunia ini, kita akan dibuat takjub dengan berbagai hal yang ada. Salah satu hal yang menakjubkan dari dunia ini adalah manusia. Manusia memiliki banyak kelebihan selain kekurangan yang juga ada di dalam dirinya. Nah, kelebihan yang ada pada manusia ini ditampakkan dalam berbagai bentuk. Dan, kelebihan itulah yang boleh kita sebut sebagai potensi yang di mililki oleh manusia. Manusia memiliki banyak potensi yang membutuhkan aktualisasi. Ketika manusia mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki, maka muncullah yang namanya budaya.Seperti yang pernah diungkapkan oleh Aristoteles tentang potensi dan aktus. Mengambil ide ini, manusia itu potensi yang harus diaktualisasilkan agar ia menghasilkan sesuatu. Apa yang dihasilkan oleh manusia dari potensi-potensi itu dapat berupa peristiwa, barang, simbol dan bahasa, dll. Boleh dikatakan bahwa hamper seluruh karya cipta manusia itu adalah budaya itu sendiri. Tulisan ini berupaya melihat manusia dan budaya yang merupakan hasil dari manusia itu sendiri. Selain itu, tulisan ini juga berupaya melihat budaya dunia sekarang ini. Tentu, pengamatan atas budaya dunia ini beranjak dari unsure-unsur budaya yang akan penulis paparkan pada bagian selanjutnya. Dan, tidak lupa juga penulis menyisipkan sebuah pengamatn singkat berkaitan dengan interrelasi manusia dan budaya.



Interrelasi manusia dan budaya

  • Manusia ada demikian juga budaya karena keduanya tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tidak pernah satu mendahului yang lainnya. Keberadaan keduanya sudah terberikan demikian. Manusia melalui kemampuan rasionlitasnya mampu mengungkapan nilai-nilai apriori kedalam dunia. Disinilah letak peran manusia dalam budaya. Dan budaya sendiri membuat manusia dan nilai-nilainya teraktualisasi dalam dunia. Apa yang teraktualisai muncul dalam berbagai bentuk.
    •  Posisi manusia dalam budaya diungkapkan dalam tiga tingkatan. Ketiga tingkatan itu menunujukan bagaimana nilai yang sudah ada pada unsur subjektif. Posisi manusia dalam kaitannya dengan budaya tampak ketika manusia itu menggunakan ketiga tingkatan ini. Tinkatan dalam pengertian ini tidak boleh dipadanga sebagai tahap-tahapan. Semuanya lebih pada ketiga ciri nilai yang ada pada manusia. Ada pun ketiga nilai itu adalah :
  • - Nilai umum
    Manusia dari awalnya sudah memiliki nilai-nilai yang sama sehingga dimanapun keberadaannya terdapat nilai budaya yang sama pula dan penghayatan atasnnya pun memiliki ciri yang sama pula.contoh bagaimana kisah kebijaksanaan raja Salomo juga tampaka dalam suatu kisah di India.
  • - Nilai spesialisasi
    Pada masing-masing budaya bahkan individu terdapat nilai yang menjadi milik sendiri dan itulah ciri yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. Hal yang demikian dapat kita kelompokan sebagai nilai spesialisasi.
  • - Nilai alternatif
    Ada kalannya bahwa nilai yang dianut oleh individu tidak lagi cocok bagi dirinya. Nah, pada saat demikian, individu itu akan mencoba mencari bentuk atau lebih tetapnya nilai lainnya. Nilai inilah yang kemudian dikenakan oleh dirinya. Dengan demikian, nilai itu menjadi nilai alternatife bagi dirinya.


Pengertian Cinta Kasih


Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cintakasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Walaupun cinta kasih mengandung arti hamper bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti Perintah-Nya, dan berpegang teguh syariat-Nya.

Opini :

Cinta itu tidak dapat dilihat wujudnya,tapi bisa dirasakan dan dilakukan.