Nama : Eva Aryanti Beuty S
Kelas : 1EA09
NPM : 12211514
MANUSIA DAN BUDAYA
MANUSIA DAN KASIH SAYANG
Pengertian manusia
Manusia
Sudah semenjak lama, manusia mencari definisi dirinya(manusia), dan juga keberadaannya di dunia ini. Demikian juga sudah banyak defenisi yang telah dihasilkan guna menjawabi pertanyaan ini. Namun, pertanyaan ini belum juga berahasil dijawab oleh manusia. Manusia mempertanyakan dirinya karena manusia merasa bahwa keberadaan dirinya tentu mempunyai maksud. Dan, maksud itu tentulah mempunyai arti. Nah, arti inilah yang membuat manusia itu sebagai manusia sekarang ada di dunia ini. Kedua hal – defenisi manusia dan eksistensi manusia – tidak dapat dipisahkan. Apabila menjawab satu pertanyaan yang ada, maka pertanyaan yang lain pun akan terjawab pula.
Terlepas dari segala polemik dalam upaya mencari arti manusia itu, kita harus mengakui bahwa sampai dengan saat ini pertanyaan apa itu manusia belum juga benar-benar memuaskan manusia sebagai keseluruhan dirinya. Sullitnya mencari defenisi manusia hal ini dikarenakan manusia itu mahluk yang kompleks. Semakin komplek sesuatu, semakin sulit pula menemukan saripati dari sesuatu yang hendak diambil. Walaupun sudah sekian banyak telaah yang dilakukan guna mendefenisikan manusia. Dan sudah banyak sudut pandang serta ahli yang berkutat dalam hal ini, mereka selalu berada di jalan yang buntu. Walaupun demikian, kita harus memiliki suatu defenisi yang harus dipegang, agar tidak mengalami kegoyahan.
Defenisi yang sering digunakan terhadap manusia adalah manusia itu mahluk rasional. Defenisi ini hendak menunjukkan kepada kita bahwa manusia itu berbeda dari binatang dan ciptaan lain karena memiliki rasio. Defenisi ini jelas memiliki kelemahan. Kelemahan defenisi ini ialah mengabaikan aspek rohani dan aspek lainnya. Walaupun demikian, defenisi ini cukup membantu kita memahami posisi manusia nantinya dalam memahami kaitannya dengan budaya.
Terlepas dari segala polemik dalam upaya mencari arti manusia itu, kita harus mengakui bahwa sampai dengan saat ini pertanyaan apa itu manusia belum juga benar-benar memuaskan manusia sebagai keseluruhan dirinya. Sullitnya mencari defenisi manusia hal ini dikarenakan manusia itu mahluk yang kompleks. Semakin komplek sesuatu, semakin sulit pula menemukan saripati dari sesuatu yang hendak diambil. Walaupun sudah sekian banyak telaah yang dilakukan guna mendefenisikan manusia. Dan sudah banyak sudut pandang serta ahli yang berkutat dalam hal ini, mereka selalu berada di jalan yang buntu. Walaupun demikian, kita harus memiliki suatu defenisi yang harus dipegang, agar tidak mengalami kegoyahan.
Defenisi yang sering digunakan terhadap manusia adalah manusia itu mahluk rasional. Defenisi ini hendak menunjukkan kepada kita bahwa manusia itu berbeda dari binatang dan ciptaan lain karena memiliki rasio. Defenisi ini jelas memiliki kelemahan. Kelemahan defenisi ini ialah mengabaikan aspek rohani dan aspek lainnya. Walaupun demikian, defenisi ini cukup membantu kita memahami posisi manusia nantinya dalam memahami kaitannya dengan budaya.
Pengertian manusia budaya
Manusia dan Budaya
Mengamati hidup dan kenyataan yang melingkupi dunia ini, kita akan dibuat takjub dengan berbagai hal yang ada. Salah satu hal yang menakjubkan dari dunia ini adalah manusia. Manusia memiliki banyak kelebihan selain kekurangan yang juga ada di dalam dirinya. Nah, kelebihan yang ada pada manusia ini ditampakkan dalam berbagai bentuk. Dan, kelebihan itulah yang boleh kita sebut sebagai potensi yang di mililki oleh manusia. Manusia memiliki banyak potensi yang membutuhkan aktualisasi. Ketika manusia mengaktualisasikan segala potensi yang dimiliki, maka muncullah yang namanya budaya.Seperti yang pernah diungkapkan oleh Aristoteles tentang potensi dan aktus. Mengambil ide ini, manusia itu potensi yang harus diaktualisasilkan agar ia menghasilkan sesuatu. Apa yang dihasilkan oleh manusia dari potensi-potensi itu dapat berupa peristiwa, barang, simbol dan bahasa, dll. Boleh dikatakan bahwa hamper seluruh karya cipta manusia itu adalah budaya itu sendiri. Tulisan ini berupaya melihat manusia dan budaya yang merupakan hasil dari manusia itu sendiri. Selain itu, tulisan ini juga berupaya melihat budaya dunia sekarang ini. Tentu, pengamatan atas budaya dunia ini beranjak dari unsure-unsur budaya yang akan penulis paparkan pada bagian selanjutnya. Dan, tidak lupa juga penulis menyisipkan sebuah pengamatn singkat berkaitan dengan interrelasi manusia dan budaya.
Interrelasi manusia dan budaya
- Manusia ada demikian juga budaya karena keduanya tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tidak pernah satu mendahului yang lainnya. Keberadaan keduanya sudah terberikan demikian. Manusia melalui kemampuan rasionlitasnya mampu mengungkapan nilai-nilai apriori kedalam dunia. Disinilah letak peran manusia dalam budaya. Dan budaya sendiri membuat manusia dan nilai-nilainya teraktualisasi dalam dunia. Apa yang teraktualisai muncul dalam berbagai bentuk.
- Posisi manusia dalam budaya diungkapkan dalam tiga tingkatan. Ketiga tingkatan itu menunujukan bagaimana nilai yang sudah ada pada unsur subjektif. Posisi manusia dalam kaitannya dengan budaya tampak ketika manusia itu menggunakan ketiga tingkatan ini. Tinkatan dalam pengertian ini tidak boleh dipadanga sebagai tahap-tahapan. Semuanya lebih pada ketiga ciri nilai yang ada pada manusia. Ada pun ketiga nilai itu adalah :
- - Nilai umum
Manusia dari awalnya sudah memiliki nilai-nilai yang sama sehingga dimanapun keberadaannya terdapat nilai budaya yang sama pula dan penghayatan atasnnya pun memiliki ciri yang sama pula.contoh bagaimana kisah kebijaksanaan raja Salomo juga tampaka dalam suatu kisah di India. - - Nilai spesialisasi
Pada masing-masing budaya bahkan individu terdapat nilai yang menjadi milik sendiri dan itulah ciri yang membedakan antara satu dengan yang lainnya. Hal yang demikian dapat kita kelompokan sebagai nilai spesialisasi. - - Nilai alternatif
Ada kalannya bahwa nilai yang dianut oleh individu tidak lagi cocok bagi dirinya. Nah, pada saat demikian, individu itu akan mencoba mencari bentuk atau lebih tetapnya nilai lainnya. Nilai inilah yang kemudian dikenakan oleh dirinya. Dengan demikian, nilai itu menjadi nilai alternatife bagi dirinya.
Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cintakasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hamper bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti Perintah-Nya, dan berpegang teguh syariat-Nya.
Opini :
Cinta itu tidak dapat dilihat wujudnya,tapi bisa dirasakan dan dilakukan.




